
Pelatihan digital marketing Jepara bersama Anik Dunia Academy (ADUA) menjadi bagian dari kegiatan edukasi bertema “Bangkit Setelah PHK: Membangun Penghasilan Baru dari HP dan Kemampuan yang Kita Miliki” yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kudus bersama PT Samwon Busana Indonesia – Jepara (PT SAMWON JEPARA) pada 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada peserta mengenai cara memanfaatkan kemampuan, HP, dan berbagai platform digital untuk membuka peluang penghasilan baru setelah kehilangan pekerjaan.
Baca juga: Bimtek Pemasaran Hasil Pertanian Digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta
Membuka Perspektif Baru Setelah PHK
Kehilangan pekerjaan bukanlah situasi yang mudah. Selain berdampak pada kondisi finansial, PHK juga dapat membuat seseorang kehilangan rutinitas, kepercayaan diri, bahkan arah untuk menentukan langkah berikutnya.
Karena itu, materi dalam kegiatan ini tidak langsung dimulai dengan pembahasan teknis mengenai media sosial atau aplikasi digital. Peserta terlebih dahulu diajak melihat kembali apa yang sebenarnya masih mereka miliki.
Pengalaman kerja, keterampilan, relasi, waktu, kemampuan berkomunikasi, hingga HP yang digunakan setiap hari merupakan modal yang tetap ada dan dapat dikembangkan.
Melalui pendekatan tersebut, pelatihan digital marketing Jepara ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjual produk di internet, tetapi juga bagaimana peserta mulai membangun cara pandang baru terhadap penghasilan.
Pesan utamanya sederhana: mencari pekerjaan baru tetap penting, tetapi seseorang juga dapat mulai membangun kemampuan untuk menciptakan sumber penghasilan lain.
Mengenal Konsep Earning Power
Salah satu materi utama yang diperkenalkan Muhamad Anik dari Anik Dunia Academy adalah konsep earning power.
Secara sederhana, earning power dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk terus menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan keterampilan, pengalaman, waktu, relasi, dan peluang yang tersedia.
Peserta diajak membayangkan penghasilan seperti sebuah keran.
Jika hanya ada satu keran, ketika keran tersebut berhenti maka aliran penghasilan ikut berhenti. Namun jika seseorang mulai memiliki beberapa keran, kondisi finansial menjadi lebih fleksibel.
Beberapa keran tersebut dapat berupa pekerjaan baru, jualan produk, reseller, titip jual, hingga affiliate.
Pendekatan ini membuat peserta tidak diarahkan untuk langsung mengejar target besar. Mereka justru diajak memulai dari target yang lebih sederhana, seperti Rp500 ribu pertama, kemudian Rp1 juta, Rp3 juta, hingga target Rp5 juta per bulan.
Tujuannya bukan sekadar mengejar angka, tetapi membangun kebiasaan untuk menciptakan dan mengembangkan sumber penghasilan secara bertahap.
Dari HP Menjadi Alat untuk Menghasilkan
Perkembangan teknologi membuat aktivitas pemasaran tidak selalu membutuhkan toko fisik, kantor, atau perangkat yang mahal.
HP yang selama ini digunakan untuk komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mempromosikan produk, mencari calon pembeli, membuat konten, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga mempelajari peluang baru.
Dalam pelatihan digital marketing Jepara tersebut, peserta diperkenalkan dengan beberapa platform yang relatif mudah digunakan, mulai dari WhatsApp, Facebook Marketplace, TikTok, hingga Instagram.
WhatsApp menjadi salah satu platform pertama yang dibahas karena paling dekat dengan aktivitas sehari-hari peserta.
Melalui WhatsApp Status, misalnya, seseorang dapat mulai menawarkan produk kepada teman, keluarga, tetangga, maupun mantan rekan kerja. Tidak diperlukan desain yang rumit. Foto produk, manfaat, harga, dan cara pemesanan sudah dapat menjadi materi promosi sederhana.
Pendekatan tersebut membuat digital marketing terasa lebih dekat dan tidak terlalu teknis bagi peserta yang masih awam terhadap teknologi.
Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi
Memahami Siapa yang Akan Membeli
Salah satu hal yang ditekankan dalam pelatihan adalah bahwa jualan bukan sekadar melakukan posting.
Sebelum membuat konten, seseorang perlu mengetahui siapa calon pembelinya.
Misalnya, frozen food dapat ditawarkan kepada ibu bekerja yang membutuhkan makanan praktis untuk keluarga. Snack dengan harga terjangkau dapat diarahkan kepada pelajar atau mahasiswa. Sementara peralatan dapur dapat ditawarkan kepada orang yang memiliki kebutuhan untuk menata rumah.
Dari sini peserta diperkenalkan pada pola sederhana:
Siapa → Masalah → Kebutuhan → Produk → Konten → Closing → Repeat Order.
Dengan memahami alur tersebut, peserta diharapkan tidak lagi membuat konten secara asal. Mereka mulai memahami bahwa sebuah produk perlu ditawarkan kepada orang yang tepat dengan pesan yang sesuai.
Memilih Produk yang Realistis
Materi kemudian diarahkan pada bagaimana menentukan produk yang paling mungkin dijual.
Peserta diberikan beberapa contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti snack, keripik, frozen food, daster, jilbab, kopi bubuk, minuman rumahan, dan berbagai peralatan rumah tangga.
Tidak semua peserta harus membuat produk sendiri.
Pilihan lain yang diperkenalkan adalah reseller, dropship, titip jual, maupun affiliate. Dengan demikian, keterbatasan modal tidak selalu menjadi alasan untuk menunda langkah pertama.
Dalam pelatihan digital marketing Jepara, peserta juga diarahkan untuk memilih produk yang memenuhi tiga hal sederhana: dibutuhkan, mudah dijelaskan, dan mudah ditawarkan.
Artinya, produk yang dipilih tidak harus terlihat paling keren. Yang lebih penting adalah produk tersebut memiliki kebutuhan pasar yang jelas dan memungkinkan peserta untuk mulai melakukan penawaran.
Memanfaatkan WhatsApp dan Facebook Marketplace
Setelah memahami produk dan target pembeli, peserta mulai diarahkan pada kanal pemasaran.
WhatsApp diposisikan sebagai “toko pertama” karena peserta sudah memiliki kontak dan jaringan di dalamnya. Dari sana, mereka dapat membuat status, mengirimkan katalog sederhana, melakukan follow-up, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
Sementara itu, Facebook Marketplace diperkenalkan sebagai pilihan untuk produk yang memang banyak dicari secara lokal.
Perabot rumah tangga, elektronik, perlengkapan bayi, kendaraan dan aksesorinya, barang bekas layak pakai, serta produk lokal merupakan beberapa contoh kategori yang dapat dipasarkan melalui Marketplace.
Peserta juga diberikan contoh bagaimana membuat judul dan deskripsi produk yang lebih jelas dengan menggabungkan nama barang, kondisi, harga, dan lokasi.
Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi
TikTok, Instagram, Canva, dan AI
Digital marketing saat ini juga memberikan peluang melalui konten video pendek.
Peserta diperkenalkan dengan TikTok dan Instagram secara sederhana. Mereka tidak diarahkan untuk menjadi influencer, melainkan cukup memahami bagaimana membuat video pendek sekitar 10–15 detik yang menampilkan produk, manfaat, dan ajakan untuk melakukan pemesanan.
Untuk membantu proses pembuatan konten, peserta juga diperkenalkan dengan Canva.
Canva dapat digunakan untuk membuat poster sederhana dengan empat elemen utama: foto produk, nama produk, harga, dan nomor WhatsApp.
Sementara itu, ChatGPT dan AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mencari ide caption, membuat variasi promosi, menyusun ide konten, hingga membantu proses brainstorming.
Teknologi tersebut ditempatkan sebagai asisten, bukan sebagai pengganti kreativitas dan usaha manusia.
Dari Chat Menjadi Pembeli dan Pelanggan
Bagian lain yang tidak kalah penting adalah memahami apa yang dilakukan setelah calon pembeli merespons.
Peserta diajak memahami bahwa proses pemasaran tidak berhenti ketika seseorang bertanya, “Masih ada?”
Penjual perlu menjawab dengan informasi yang jelas mengenai produk, harga, cara pengiriman, dan metode pembayaran atau COD.
Setelah transaksi selesai, hubungan dengan pelanggan juga perlu dijaga.
Alurnya sederhana:
Chat → Beli → Beli Lagi → Jadi Langganan.
Dengan memahami alur tersebut, peserta dapat melihat bahwa membangun penghasilan bukan hanya tentang mendapatkan pembeli baru, tetapi juga menjaga pelanggan agar memiliki alasan untuk kembali membeli.
Tantangan untuk Mulai dalam Tujuh Hari
Menjelang akhir sesi, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diarahkan membuat langkah konkret.
Mereka diminta menentukan satu produk atau peluang penghasilan yang ingin dicoba, siapa calon pembelinya, dan kapan akan mulai menjalankannya.
Kemudian peserta diberikan tantangan selama tujuh hari.
Hari pertama dan kedua dapat digunakan untuk memotret produk dan membuat poster. Hari ketiga mulai memposting melalui WhatsApp Status. Hari keempat mencoba mengunggah produk melalui Facebook Marketplace. Pada hari kelima hingga ketujuh, peserta mulai menawarkan produk kepada orang-orang terdekat.
Tujuannya bukan membuat peserta langsung menjadi ahli digital marketing.
Tujuan utamanya adalah membuat mereka berani memulai.
Karena dalam banyak kasus, hambatan terbesar bukan kurangnya informasi, tetapi terlalu lama menunggu sampai merasa siap.
Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi
Anik Dunia Academy Hadir dengan Pendekatan Praktis
Kegiatan yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 ini menjadi salah satu bentuk penerapan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan oleh Anik Dunia Academy (ADUA).
ADUA membawa semangat belajar yang tidak berhenti pada teori. Materi dirancang agar peserta dapat memahami konsep, melihat contoh, kemudian mencoba langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan.
Melalui pendekatan tersebut, pelatihan digital marketing Jepara menjadi lebih relevan untuk peserta dengan tingkat literasi teknologi yang beragam.
Bagi Muhamad Anik, pelatihan bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga memastikan peserta pulang dengan sesuatu yang bisa digunakan setelah acara selesai.
Dalam konteks pelatihan ini, sesuatu tersebut bisa berupa satu ide usaha, satu produk yang ingin dijual, satu konten pertama, atau bahkan satu keberanian untuk mulai menawarkan produk kepada orang lain.
Kolaborasi Pelatihan untuk Perusahaan dan Instansi
Pengalaman bersama BPJS Ketenagakerjaan Kudus dan PT SAMWON JEPARA menunjukkan bahwa kebutuhan pelatihan digital tidak selalu terbatas pada kemampuan menggunakan teknologi.
Perusahaan dan instansi juga membutuhkan program yang mampu membantu peserta memahami perubahan dunia kerja, meningkatkan kemampuan digital, membangun produktivitas, serta menemukan cara baru untuk mengembangkan potensi.
Karena itu, Anik Dunia Academy (ADUA) membuka kolaborasi dengan perusahaan dan instansi pemerintahan yang membutuhkan narasumber atau trainer untuk kegiatan seminar, workshop, employee training, capacity building, maupun program pengembangan SDM.
Topik dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, mulai dari digital marketing, AI untuk pekerjaan, kewirausahaan, personal branding, content creation, hingga pengembangan earning power.
Ingin Mengundang Muhamad Anik sebagai Narasumber atau Trainer?
- Detail Informasi, klik: Narasumber Digital Marketing Instansi Pemerintah
- Chat WhatsApp Otomatis, klik: Hubungi Anik Dunia Academy Sekarang!
- Email: info@kelas.anikworks.com
ADUA dapat membantu perusahaan maupun instansi menyusun materi yang lebih relevan dengan karakter peserta, tujuan kegiatan, dan kebutuhan organisasi.
Dari Satu Pelatihan Menuju Langkah Baru
Pelatihan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan Kudus bersama PT SAMWON BUSANA INDONESIA – JEPARA pada 12 Agustus 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai WhatsApp, Facebook Marketplace, TikTok, Canva, atau AI.
Di balik seluruh materi tersebut terdapat satu pesan yang lebih sederhana: ketika satu sumber penghasilan berhenti, bukan berarti kesempatan untuk menghasilkan juga ikut berhenti.
Masih ada pengalaman yang bisa digunakan.
Masih ada keterampilan yang bisa dikembangkan.
Masih ada relasi yang bisa dihubungi.
Masih ada HP yang bisa digunakan untuk belajar dan membangun peluang.
Dan yang paling penting, masih ada kesempatan untuk memulai kembali.
Melalui pelatihan digital marketing Jepara ini, Anik Dunia Academy berharap peserta dapat membawa pulang tiga hal sederhana: ide baru, semangat baru, dan arah baru.
Sebab terkadang, perubahan besar tidak dimulai dari langkah yang besar.
Cukup dari satu posting pertama, satu pembeli pertama, dan satu penghasilan tambahan pertama.









