Pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus Bersama PT SAMWON Jepara

31/08/2026
Pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus Bersama PT SAMWON Jepara

Pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus bersama PT SAMWON Jepara digelar pada 12 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Bangkit Setelah PHK: Membangun Penghasilan Baru dari HP dan Kemampuan yang Kita Miliki.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada peserta agar memiliki perspektif dan keterampilan baru dalam menghadapi perubahan dunia kerja, khususnya setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kegiatan tersebut menghadirkan Muhamad Anik dari Anik Dunia Academy (ADUA) sebagai narasumber dan trainer. Materi disampaikan dengan pendekatan praktis dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta, mulai dari membangun earning power, memilih peluang penghasilan, hingga memanfaatkan platform digital sederhana untuk memulai aktivitas pemasaran.

Baca juga: Trainer Digital Marketing Jepara Muhamad Anik Berbagi Strategi

Membekali Peserta Menghadapi Perubahan Setelah PHK

PHK dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Ketika pekerjaan berakhir, sumber penghasilan utama juga dapat ikut berhenti. Kondisi tersebut membuat kemampuan untuk beradaptasi menjadi semakin penting.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk tidak hanya berfokus pada pencarian pekerjaan baru, tetapi juga mulai melihat kemungkinan membangun sumber penghasilan tambahan dari kemampuan dan aset yang sudah dimiliki.

HP menjadi salah satu contoh aset sederhana yang hampir selalu tersedia. Dengan perangkat tersebut, seseorang dapat berkomunikasi dengan calon pelanggan, membuat konten, menawarkan produk, mencari informasi, hingga melakukan transaksi.

Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus, yang menggabungkan pembahasan mindset dengan praktik digital marketing yang sederhana.

Mengenal Konsep Earning Power

Salah satu materi utama dalam kegiatan adalah pengenalan konsep earning power.

Peserta diajak memahami bahwa kemampuan menghasilkan pendapatan tidak hanya berasal dari pekerjaan formal. Keterampilan, pengalaman, relasi, waktu, dan kemampuan menggunakan teknologi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang.

Dalam sesi tersebut, sumber penghasilan digambarkan seperti beberapa keran.

Jika hanya ada satu keran, berhentinya keran tersebut akan langsung berdampak pada kondisi finansial. Sebaliknya, semakin banyak keran yang dibangun, semakin banyak alternatif yang tersedia.

Beberapa contoh yang dibahas adalah pekerjaan baru, freelance, jualan produk, reseller, titip jual, dan affiliate.

Peserta tidak diarahkan untuk menjalankan semuanya sekaligus. Mereka justru diajak menentukan satu peluang yang paling mungkin dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Menentukan Target Penghasilan Secara Realistis

Membangun penghasilan baru tidak harus dimulai dengan target puluhan juta rupiah.

Dalam pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus, peserta diberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana target Rp5 juta per bulan dapat dibangun dari beberapa sumber.

Misalnya Rp2,5 juta berasal dari pekerjaan atau freelance, Rp1,5 juta dari jualan online, dan Rp1 juta dari reseller atau affiliate.

Target tersebut kemudian dapat dibangun secara bertahap:

Rp500 ribu → Rp1 juta → Rp3 juta → Rp5 juta.

Dengan cara tersebut, peserta diajak melihat penghasilan tambahan sebagai sesuatu yang dapat dibangun melalui proses, bukan sesuatu yang harus langsung besar sejak awal.

Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi

Mulai dari Produk yang Dekat dengan Kehidupan

Setelah membahas mindset dan earning power, materi masuk ke cara memilih peluang yang realistis.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai contoh produk yang mudah ditemukan di sekitar, seperti snack, keripik, frozen food, daster, jilbab, kopi bubuk, minuman rumahan, dan peralatan rumah tangga.

Selain produk sendiri, terdapat pilihan lain seperti reseller, dropship, titip jual, hingga affiliate.

Prinsip yang digunakan cukup sederhana: pilih produk yang dibutuhkan, mudah dijelaskan, dan mudah ditawarkan.

Dengan begitu, peserta tidak perlu menunggu memiliki modal besar atau produk yang sangat kompleks untuk mulai mencoba.

Memahami Siapa Calon Pembeli

Materi berikutnya membahas pentingnya mengetahui target sebelum melakukan penjualan.

Peserta diperkenalkan dengan pertanyaan sederhana:

Siapa pembelinya? Apa masalahnya? Apa kebutuhannya?

Sebagai contoh, frozen food dapat ditawarkan kepada ibu bekerja yang membutuhkan makanan praktis untuk keluarga. Snack pedas dapat diarahkan kepada pelajar atau mahasiswa yang mencari camilan murah. Sementara peralatan dapur dapat ditawarkan kepada ibu rumah tangga yang ingin membuat dapurnya lebih rapi.

Dari sini peserta memahami bahwa pemasaran bukan hanya tentang memposting produk sebanyak mungkin.

Ada proses untuk menentukan siapa yang ingin dijangkau, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana produk dapat ditawarkan dengan cara yang mudah dipahami.

Memulai Pemasaran dari WhatsApp

WhatsApp menjadi salah satu platform utama yang diperkenalkan karena sudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta diajak melihat WhatsApp sebagai toko pertama.

Tidak perlu website atau toko online yang kompleks untuk memulai. Peserta dapat menggunakan WhatsApp Status untuk memperkenalkan produk kepada teman, keluarga, tetangga, dan mantan rekan kerja.

Format promosi yang diperkenalkan juga sederhana.

Nama produk, manfaat, harga, dan cara pemesanan sudah cukup untuk membuat sebuah penawaran awal.

Misalnya, daripada hanya menulis “Jual frozen food”, peserta dapat menjelaskan bahwa produk tersebut merupakan frozen food homemade yang siap dimasak dalam lima menit, cocok untuk stok keluarga, mencantumkan harga, serta memberikan informasi pemesanan.

Dengan perubahan sederhana tersebut, informasi produk menjadi jauh lebih jelas bagi calon pembeli.

Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi

Facebook Marketplace untuk Menjangkau Pembeli

Selain WhatsApp, Facebook Marketplace diperkenalkan sebagai kanal yang dapat digunakan untuk menjangkau orang yang memang sedang mencari barang.

Platform ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kategori, seperti perabot rumah tangga, elektronik, perlengkapan bayi, sepeda, motor dan aksesorinya, barang bekas yang masih layak pakai, hingga produk lokal.

Peserta diberikan contoh bagaimana membuat listing sederhana dengan mencantumkan nama barang, kondisi, manfaat atau fungsi, harga, lokasi, serta informasi COD.

Strategi tersebut sangat relevan untuk pemula karena tidak membutuhkan toko online sendiri untuk mulai menawarkan barang.

TikTok dan Instagram untuk Konten Sederhana

Perkembangan media sosial juga membuka peluang pemasaran melalui video pendek.

Dalam kegiatan ini, TikTok dan Instagram diperkenalkan tanpa membuat peserta merasa harus menjadi influencer.

Konsepnya cukup sederhana: buat video 10–15 detik, tampilkan produk asli, tunjukkan manfaatnya, kemudian arahkan calon pembeli ke WhatsApp atau link di bio.

Contohnya dapat berupa video sederhana tentang frozen food, snack rumahan, rak serbaguna, botol minum, atau peralatan dapur.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa konten yang jelas dan autentik lebih penting daripada konten yang terlalu rumit.

Canva dan AI Membantu Membuat Konten

Peserta juga diperkenalkan dengan beberapa tools yang dapat membantu proses pemasaran.

Canva digunakan untuk membuat poster sederhana yang berisi foto produk, nama produk, harga, dan nomor WhatsApp.

Sementara itu, ChatGPT dapat digunakan untuk melakukan brainstorming ide caption, promo harian, status WhatsApp, maupun ide video.

AI juga dapat membantu menghasilkan ide visual dan materi konten sehingga peserta tidak selalu harus memulai dari halaman kosong.

Dalam pendekatan ini, AI bukan diposisikan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk membuat proses bekerja menjadi lebih cepat dan mudah.

Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi

Memahami Proses dari Chat hingga Repeat Order

Pemasaran tidak berhenti ketika seseorang melihat postingan atau mengirim pesan.

Peserta diajak memahami perjalanan sederhana seorang calon pelanggan:

Chat → Beli → Beli Lagi → Jadi Langganan.

Ketika calon pembeli bertanya, penjual perlu memberikan informasi yang jelas mengenai produk, harga, cara pengiriman, dan metode pembayaran.

Setelah pembelian, hubungan juga perlu dijaga.

Ucapan terima kasih, informasi promo berikutnya, dan komunikasi yang baik dapat menjadi bagian dari upaya membuat pelanggan kembali membeli.

Dengan demikian, peserta mulai memahami bahwa digital marketing bukan hanya soal mencari pembeli baru, tetapi juga membangun hubungan dengan pelanggan.

Tantangan Tujuh Hari untuk Peserta

Agar materi tidak berhenti sebagai pengetahuan, peserta diberikan tantangan sederhana selama tujuh hari.

Hari pertama dan kedua digunakan untuk memotret produk dan membuat poster.

Hari ketiga mulai memposting di WhatsApp Status.

Hari keempat mencoba mengunggah produk di Facebook Marketplace.

Hari kelima hingga ketujuh digunakan untuk menawarkan produk kepada minimal sepuluh orang terdekat.

Tantangan ini dirancang untuk membuat peserta berani melakukan langkah pertama.

Tidak perlu langsung menghasilkan jutaan rupiah.

Yang penting adalah mulai mendapatkan pengalaman dari posting pertama, calon pembeli pertama, hingga transaksi pertama.

Peran Anik Dunia Academy dalam Kegiatan

Kegiatan pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus ini juga menjadi bagian dari kolaborasi bersama Anik Dunia Academy (ADUA) dalam menghadirkan materi pembelajaran digital yang praktis dan mudah diterapkan.

ADUA dikembangkan sebagai platform pembelajaran yang membawa pendekatan Belajar. Praktek. Berkembang. Mandiri.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak memahami contoh, melakukan latihan sederhana, dan menentukan langkah yang dapat dilakukan setelah kegiatan berakhir.

Muhamad Anik sebagai narasumber membawa pengalaman praktis di bidang digital marketing, bisnis, dan pengembangan kemampuan digital ke dalam sesi tersebut.

Materi kemudian disesuaikan dengan karakter peserta sehingga pembahasan teknologi tetap dapat diterima oleh peserta dengan tingkat literasi digital yang beragam.

Info Cepat! Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Instansi

Kolaborasi untuk Program Perusahaan dan Instansi

Kegiatan bersama BPJS Ketenagakerjaan Kudus dan PT SAMWON JEPARA menunjukkan bahwa program edukasi digital dapat menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perusahaan maupun instansi.

Kebutuhan setiap organisasi tentu berbeda.

Ada perusahaan yang membutuhkan pelatihan digital marketing untuk tim pemasaran. Ada yang membutuhkan pelatihan AI untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Ada pula instansi yang membutuhkan workshop kewirausahaan, content creation, personal branding, atau pengembangan earning power bagi peserta program tertentu.

Melalui Anik Dunia Academy, kebutuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi program seminar, workshop, maupun training yang disesuaikan dengan profil peserta dan tujuan kegiatan.

Ingin Mengundang Muhamad Anik sebagai Narasumber atau Trainer?

ADUA terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan, instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, maupun organisasi yang membutuhkan narasumber atau trainer dengan materi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan peserta.

Membangun Kemampuan untuk Menghadapi Perubahan

Pada akhirnya, kegiatan yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 ini bukan hanya berbicara tentang platform digital.

Ada pesan yang lebih besar yang ingin dibawa kepada peserta: perubahan dalam dunia kerja membutuhkan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Ketika pekerjaan berhenti, seseorang masih memiliki pengalaman, keterampilan, relasi, waktu, dan kemampuan untuk belajar.

HP yang ada di tangan juga dapat menjadi pintu untuk menemukan peluang baru.

Melalui pelatihan BPJS Ketenagakerjaan Kudus ini, peserta diajak untuk tidak menunggu kondisi menjadi sempurna.

Mulai dari satu produk.

Satu posting.

Satu calon pembeli.

Satu transaksi.

Kemudian berkembang secara bertahap.

Karena membangun penghasilan baru bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mau mulai, belajar, dan terus memperbaiki langkahnya.

Dokumentasi BPJS Ketenagakerjaan Kudus – PT SAMWON BUSANA INDONESIA – JEPARA

LIHAT SEMUA DOKUMENTASI ANIK DUNIA ACADEMY

Anik Dunia Academy

Ruang belajar digital modern berbasis praktik, aplikatif, dan siap pakai, untuk pengusaha, pekerja profesional atau siapa pun yang ingin meningkatkan keterampilan digital, bisnis, dan kreativitas.

Leave a Comment