Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS: Skill Jadi Peluang Bisnis Digital

10/09/2026
Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS: Skill Jadi Peluang Bisnis Digital

Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS – Surakarta, 8 September 2026 | Kemampuan mahasiswa untuk melihat peluang bisnis dari lingkungan sekitar menjadi salah satu hal yang penting dalam pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi. Tidak selalu harus dimulai dengan modal besar, sebuah peluang usaha dapat berawal dari kemampuan yang sudah dimiliki dan masalah yang ada di sekitar.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif praktis mengenai kewirausahaan, pemanfaatan dunia digital, serta bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis.

Dalam kegiatan tersebut, Muhamad Anik dari Anik Dunia Academy (ADUA) hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi “Dari Scrolling Jadi Selling: Cara Mahasiswa Memanfaatkan Dunia Digital untuk Membangun dan Memasarkan Bisnis.”

Baca juga: Narasumber Digital Marketing Solo: Muhamad Anik Berbagi di UNS

Menghubungkan Skill Mahasiswa dengan Peluang Bisnis

Mahasiswa saat ini hidup dalam ekosistem digital yang sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Smartphone, internet, media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Namun, penggunaan teknologi tersebut belum tentu selalu diarahkan untuk kegiatan produktif dan menghasilkan.

Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa diajak untuk melihat kembali kemampuan yang sudah mereka miliki. Pengetahuan dari perkuliahan, pengalaman organisasi, kemampuan mengolah data, desain, membuat konten, fotografi, video, hingga kemampuan mengajar dapat menjadi modal awal untuk membangun peluang usaha.

Misalnya, mahasiswa yang memiliki kemampuan Matematika dapat mengembangkan jasa les atau tutor. Mahasiswa yang menguasai Excel dan pengolahan data dapat menawarkan jasa pengolahan data. Sementara kemampuan desain, content creation, fotografi, dan video dapat dikembangkan menjadi berbagai layanan yang dibutuhkan oleh individu maupun bisnis.

Persoalannya bukan hanya tentang skill apa yang dimiliki, tetapi bagaimana skill tersebut dapat digunakan untuk membantu orang lain.

Mencari Masalah Sebelum Menentukan Produk

Salah satu pendekatan yang dibahas dalam workshop adalah mengubah cara berpikir ketika ingin memulai bisnis.

Pertanyaan seperti “Saya harus jual apa?” sering membuat seseorang langsung mencari produk. Padahal, peluang bisnis juga dapat ditemukan dengan melihat masalah yang dialami orang lain.

Pertanyaan yang lebih sederhana adalah:

“Saya bisa membantu siapa menyelesaikan masalah apa?”

Dari sini, mahasiswa dapat mulai menemukan hubungan antara kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar.

Seseorang yang bisa Excel, misalnya, tidak harus berhenti pada pernyataan “Saya bisa Excel”. Kemampuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi penawaran yang lebih jelas, seperti membantu UMKM membuat laporan penjualan sederhana menggunakan Excel.

Dengan penawaran seperti itu, calon customer dapat lebih mudah memahami siapa yang dibantu, masalah apa yang diselesaikan, dan solusi apa yang diberikan.

Pola sederhananya adalah:

Skill → Solusi → Penawaran → Customer

Menentukan Target Customer dengan Lebih Spesifik

Dalam membangun bisnis, menentukan target customer juga menjadi bagian penting.

Target seperti “mahasiswa” atau “semua orang” masih terlalu luas. Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda.

Mahasiswa baru, mahasiswa tingkat akhir, pencari kerja, dan mahasiswa yang sedang membangun bisnis tentu memiliki kebutuhan yang tidak sama.

Semakin spesifik target yang ditentukan, semakin mudah bagi seseorang untuk memahami kebutuhan mereka dan membuat penawaran yang relevan.

Hal ini juga berpengaruh terhadap strategi digital marketing. Ketika target customer sudah jelas, mahasiswa dapat menentukan platform yang sesuai, jenis konten yang dibuat, serta pesan yang ingin disampaikan.

Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus

Memanfaatkan Digital Marketing untuk Menjangkau Customer

Setelah memiliki solusi dan target customer, mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai channel digital untuk memperkenalkan penawaran.

Instagram dan TikTok dapat digunakan untuk membangun awareness dan membuat konten. WhatsApp dapat digunakan untuk membangun percakapan. LinkedIn dapat menjadi pilihan untuk menjangkau segmen profesional dan bisnis. Marketplace juga dapat digunakan ketika produk yang ditawarkan sesuai dengan karakter platform tersebut.

Namun, mahasiswa tidak harus menggunakan semua platform sekaligus.

Channel sebaiknya dipilih berdasarkan tempat calon customer berada.

Konten yang dibuat juga tidak harus selalu rumit. Tiga jenis konten dapat menjadi titik awal, yaitu edukasi, bukti, dan penawaran.

Konten edukasi memberikan informasi yang berguna. Konten bukti menunjukkan hasil, proses, pengalaman, atau portofolio. Sedangkan konten penawaran memperkenalkan solusi yang dapat digunakan oleh calon customer.

Tujuannya bukan hanya mendapatkan views.

Konten diharapkan dapat membuka percakapan yang kemudian berkembang menjadi peluang transaksi.

Dari Konten Menuju Customer Pertama

Dalam proses membangun bisnis digital, mendapatkan perhatian hanyalah salah satu tahap.

Audience yang melihat konten dapat menjadi tertarik. Ketertarikan dapat menghasilkan pertanyaan. Pertanyaan dapat membuka percakapan. Dari percakapan, kebutuhan dapat dipahami dan penawaran dapat diberikan.

Alurnya dapat digambarkan secara sederhana:

Konten → Tertarik → Bertanya → Percakapan → Customer

Karena itu, mahasiswa tidak perlu terlalu fokus mengejar jumlah followers pada tahap awal.

Yang lebih penting adalah memahami apakah konten yang dibuat mampu menjangkau orang yang tepat dan menghasilkan interaksi yang relevan.

Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus

Tidak Harus Langsung Membuat Bisnis Besar

Workshop kewirausahaan FMIPA UNS juga mengajak mahasiswa melihat proses memulai bisnis secara lebih realistis.

Mahasiswa tidak harus langsung memiliki brand besar, toko sendiri, karyawan, atau modal puluhan juta rupiah.

Target awal dapat dibuat lebih sederhana, yaitu mendapatkan satu customer pertama.

Dari satu customer, mahasiswa dapat belajar memahami kebutuhan, berkomunikasi, menyusun penawaran, mengerjakan pekerjaan, menerima masukan, dan melakukan evaluasi.

Pengalaman tersebut kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki produk atau layanan sebelum ditawarkan kembali kepada customer berikutnya.

Dengan pola tersebut, proses membangun bisnis menjadi proses belajar yang berkelanjutan:

Belajar → Praktik → Evaluasi → Perbaiki → Ulangi

Pentingnya Pengalaman Praktis bagi Mahasiswa

Kegiatan kewirausahaan di lingkungan kampus memiliki peran penting karena mahasiswa membutuhkan ruang untuk menghubungkan pengetahuan dengan praktik.

Pembelajaran tentang bisnis tidak harus selalu berhenti pada teori mengenai model bisnis, pemasaran, atau strategi penjualan.

Mahasiswa juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba.

Mencari masalah.

Membuat solusi.

Menyusun penawaran.

Membuat konten.

Menawarkan kepada calon customer.

Kemudian melihat hasilnya.

Dari proses tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa membangun bisnis membutuhkan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Kolaborasi Kampus dalam Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Kegiatan seperti Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS dapat menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan dunia bisnis.

Kolaborasi dengan praktisi juga dapat memberikan perspektif berbeda karena mahasiswa dapat melihat penerapan materi dari pengalaman langsung di lapangan.

Selain kegiatan seminar dan workshop, pengembangan kompetensi mahasiswa dapat dilakukan melalui training, mentoring, maupun program yang dirancang secara berkelanjutan.

Anik Dunia Academy (ADUA) membuka peluang kerja sama dengan sekolah, kampus, dan universitas dalam menghadirkan program pembelajaran seputar digital marketing, kewirausahaan, content creation, bisnis, dan pengembangan kompetensi digital mahasiswa.

Program tersebut juga dapat dikembangkan dalam bentuk kolaborasi bersama kampus untuk pengembangan mahasiswa melalui program RPL maupun kegiatan lain yang membutuhkan penguatan kompetensi di bidang kewirausahaan, digital, dan business.

Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus

Menghadirkan Muhamad Anik sebagai Narasumber atau Trainer

Muhamad Anik merupakan digital marketer dan entrepreneur yang aktif dalam bidang digital marketing, bisnis, dan edukasi. Melalui Anik Dunia Academy, ia mengembangkan materi pembelajaran yang berorientasi pada penerapan praktis.

Sekolah, kampus, universitas, organisasi mahasiswa, dan institusi pendidikan yang ingin menghadirkan praktisi untuk kegiatan seminar, workshop, training, maupun program pengembangan mahasiswa dapat berkolaborasi dengan Muhamad Anik dan Anik Dunia Academy.

Undang Muhamad Anik sebagai Narasumber untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang digital marketing, kewirausahaan, bisnis, content creation, dan topik digital lainnya.

Dari Skill Menjadi Peluang

Workshop Kewirausahaan FMIPA UNS pada 8 September 2026 menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kewirausahaan mahasiswa dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.

Tidak harus selalu berbicara tentang bisnis besar.

Tidak harus selalu dimulai dari modal besar.

Mahasiswa dapat memulainya dari kemampuan yang sudah dimiliki, kemudian mencari masalah yang bisa dibantu, menentukan target customer, membuat penawaran, dan memanfaatkan dunia digital untuk menjangkau mereka.

Pada akhirnya, tujuan dari proses tersebut bukan sekadar membuat mahasiswa memiliki ide bisnis.

Lebih jauh, mahasiswa diharapkan berani mencoba, menawarkan, mendapatkan pengalaman, dan terus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki menjadi sesuatu yang bernilai.

Dokumentasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Surakarta

LIHAT SEMUA DOKUMENTASI ANIK DUNIA ACADEMY

Anik Dunia Academy

Ruang belajar digital modern berbasis praktik, aplikatif, dan siap pakai, untuk pengusaha, pekerja profesional atau siapa pun yang ingin meningkatkan keterampilan digital, bisnis, dan kreativitas.

Leave a Comment