Seminar Transformasi Bisnis: Muhamad Anik Bahas AI dan Peluang Karier Digital di UNIPI

Seminar transformasi bisnis semakin relevan ketika perubahan teknologi mulai memengaruhi hampir seluruh aspek dunia kerja dan bisnis. Bagi mahasiswa, perubahan ini bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang baru untuk membangun karier, mengembangkan keahlian, dan menciptakan usaha.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam seminar “Menghadapi Transformasi Bisnis di Era Digitalisasi” yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang.
Pada kesempatan tersebut, Muhamad Anik hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan perspektif mengenai Artificial Intelligence (AI), digital marketing, personal branding, pengembangan karier, serta cara beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Baca juga: Transformasi Bisnis Digital: Strategi AI & Digital Marketing di UNIPI Tangerang
Ketika Mahasiswa Mulai Memikirkan Dunia Setelah Wisuda
Bagi sebagian mahasiswa, pertanyaan tentang karier baru muncul ketika masa kuliah hampir selesai.
Mau bekerja di mana?
Mau menjadi apa?
Skill apa yang sebenarnya harus dikuasai?
Padahal, menurut Muhamad Anik, pertanyaan tersebut sebaiknya mulai dijawab sejak masih menjadi mahasiswa.
Bukan berarti mahasiswa harus sudah memiliki rencana hidup yang sempurna.
Yang lebih penting adalah memiliki arah.
Jurusan kuliah dapat menjadi titik awal, tetapi mahasiswa perlu mulai menentukan puncak karier yang ingin dicapai dan merunut jalan untuk menuju ke sana.
Misalnya, mahasiswa Manajemen yang ingin menjadi Business Consultant dapat mulai membangun kemampuan bisnis, komunikasi, presentasi, pengalaman proyek, portfolio, dan personal branding sejak masih kuliah.
Dengan begitu, waktu selama kuliah tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai.
Tetapi juga untuk membangun modal karier.
Spesialisasi Menjadi Core Value, Adaptasi Tetap Wajib
Dunia kerja membutuhkan orang yang memiliki kemampuan yang jelas.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki satu keahlian utama yang menjadi core value.
Namun, spesialisasi bukan alasan untuk berhenti belajar.
Perubahan teknologi membuat seseorang perlu tetap terbuka terhadap kemampuan baru.
Konsep T-Shaped Skills menjadi salah satu cara untuk melihat hal tersebut.
Seseorang dapat memiliki satu keahlian yang mendalam, kemudian membangun berbagai skill pendukung di sekitarnya.
Seorang digital marketer, misalnya, dapat memiliki fokus pada digital business growth, tetapi tetap belajar AI, SEO, website, Google Ads, Meta Ads, public speaking, dan business strategy.
Dengan begitu, seseorang tidak kehilangan identitas keahliannya, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
AI Mengubah Cara Kita Bekerja
Pembahasan kemudian masuk pada salah satu perubahan teknologi terbesar saat ini: Artificial Intelligence atau AI.
Jika internet mengubah cara manusia mencari informasi, AI mulai mengubah cara manusia berpikir dan bekerja.
Generative AI menjadi salah satu contoh paling mudah ditemui.
Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mencari ide, melakukan brainstorming, belajar materi, membuat presentasi, menyusun proposal, menulis CV, hingga membantu proses coding.
Dalam pekerjaan profesional, AI juga dapat membantu membuat draft, melakukan riset, menyusun ide, dan mempercepat proses kerja.
Namun, teknologi tetaplah alat.
Hasil akhirnya tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.
Nilai, empati, integritas, kreativitas, dan keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Dari Generative AI Menuju Agentic AI
Perkembangan AI tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan konten.
Muncul pula konsep Agentic AI, yaitu sistem AI yang semakin diarahkan untuk menjalankan tugas berdasarkan tujuan tertentu.
Dalam konteks pekerjaan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu follow-up pelanggan, menjawab email, menganalisis data, membuat laporan, mengelola workflow, hingga menjalankan pekerjaan berulang.
Perubahan ini tentu menghadirkan tantangan.
Tetapi di sisi lain, muncul pula berbagai peluang baru seperti AI Consultant, AI Automation Specialist, AI Trainer, AI Content Strategist, AI Product Manager, dan AI Integration Specialist.
Karena itu, mahasiswa tidak perlu hanya bertanya apakah AI akan menggantikan manusia.
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Skill apa yang harus saya bangun agar tetap relevan ketika AI berkembang?”
Digital Marketing Bukan Sekadar Membuat Konten
Dalam sesi digital marketing, Muhamad Anik mengajak mahasiswa melihat bisnis dari sisi yang lebih mendasar.
Sebelum memilih TikTok, Instagram, Google, atau platform lainnya, bisnis perlu memahami market terlebih dahulu.
Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:
Seberapa besar marketnya?
Apakah mereka memiliki daya beli?
Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
Solusinya berupa produk atau jasa?
Di mana market tersebut berkumpul?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut menjadi dasar sebelum menentukan strategi digital marketing.
Sebab, memiliki produk yang bagus belum tentu cukup.
Produk tersebut harus bertemu dengan market yang tepat melalui channel yang tepat.
Menentukan Channel Berdasarkan Perilaku Market
Tidak semua bisnis membutuhkan strategi digital marketing yang sama.
Ketika orang sedang mencari solusi, Google dan website dapat menjadi channel penting.
Ketika market lebih banyak mengonsumsi hiburan, TikTok dapat menjadi pilihan.
Instagram dapat dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan identitas brand.
LinkedIn relevan untuk segmen profesional.
Marketplace dapat digunakan ketika konsumen sudah memiliki intensi membeli.
Sementara WhatsApp dapat menjadi tempat untuk melanjutkan komunikasi dengan calon pelanggan yang sudah tertarik.
Dari sini, mahasiswa dapat memahami bahwa digital marketing bukan sekadar soal platform.
Digital marketing adalah tentang memahami manusia.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Personal Branding Dimulai dari Bukti
Salah satu pesan penting yang dibawa dalam seminar adalah pentingnya mulai membangun personal branding sejak masih menjadi mahasiswa.
Personal branding tidak harus berarti menjadi terkenal.
Tidak harus memiliki jutaan followers.
Tidak harus menjadi content creator penuh waktu.
Personal branding dapat dimulai dari menunjukkan apa yang kita kerjakan.
Membuat portfolio.
Mendokumentasikan pengalaman.
Membagikan proses belajar.
Menunjukkan hasil pekerjaan.
Dan secara konsisten memperkenalkan kompetensi kepada publik.
Karena dunia nyata lebih cepat mengenali sesuatu yang terlihat dibandingkan potensi yang hanya tersimpan di kepala.
Jangan Hanya Mengejar IPK
IPK tetap penting.
Namun, IPK bukan satu-satunya aset yang perlu dibangun mahasiswa.
Pengalaman, portfolio, relasi, dan reputasi juga perlu dikembangkan.
Mahasiswa yang aktif mengerjakan proyek nyata akan memiliki cerita yang dapat dibawa ketika memasuki dunia profesional.
Bahkan proyek sederhana dapat menjadi portfolio.
Membantu UMKM.
Mengelola media sosial organisasi.
Membuat website.
Membantu kegiatan kampus.
Mengerjakan proyek freelance.
Semua dapat menjadi pengalaman selama dikerjakan dengan serius dan mampu menunjukkan kemampuan.
Mulai Sebelum Merasa Siap
Pada akhirnya, seminar transformasi bisnis tersebut tidak hanya berbicara tentang teknologi.
Ada pesan yang lebih besar: mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai membangun masa depan.
Tentukan arah.
Bangun keahlian.
Kumpulkan pengalaman.
Gunakan AI.
Bangun portfolio.
Kenalkan kemampuan kepada publik.
Dan terus evaluasi.
Tidak perlu langsung besar.
Yang penting mulai.
Karena masa depan tidak dibangun setelah wisuda.
Masa depan dibangun mulai hari ini.
Muhamad Anik – Narasumber Digital Marketing, AI, dan Transformasi Bisnis
Sebagai Digital Marketer, entrepreneur, dan founder ADUA – Anik Dunia Academy, Muhamad Anik aktif berbagi pengetahuan melalui seminar, workshop, training, dan berbagai kegiatan edukasi.
Topik yang dibawakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi, antara lain Artificial Intelligence, Digital Marketing, transformasi digital, kewirausahaan, personal branding, pengembangan karier, dan strategi bisnis digital.
Bagi kampus, universitas, organisasi, maupun institusi yang sedang mempersiapkan seminar atau program pelatihan dan ingin menghadirkan materi yang praktis serta relevan dengan perkembangan dunia kerja, Muhamad Anik dan ADUA – Anik Dunia Academy terbuka untuk berkolaborasi sebagai narasumber maupun trainer.
- Detail Informasi, klik: Narasumber Digital Marketing Kampus
- Chat WhatsApp Otomatis, klik: Hubungi Anik Dunia Academy Sekarang!
- Email: info@kelas.anikworks.com
Karena perubahan akan terus berjalan.
Pertanyaannya bukan lagi apakah kita siap.
Tetapi apakah kita sudah mulai mempersiapkannya?









