
Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang menggelar Seminar Nasional bertema “Menghadapi Transformasi Bisnis di Era Digitalisasi” pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Gedung Rektorat UNIPI.
Kegiatan ini menghadirkan Muhamad Anik, Digital Marketer dan Founder ADUA – Anik Dunia Academy, sebagai narasumber untuk membahas perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), digital marketing, peluang karier, serta kewirausahaan di tengah perubahan lanskap bisnis.
Seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat transformasi digital bukan hanya sebagai perkembangan teknologi, tetapi sebagai perubahan yang secara langsung memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, membangun bisnis, mencari informasi, hingga mengambil keputusan.
Melalui pembahasan yang dekat dengan realitas mahasiswa, peserta diajak memahami bagaimana mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membangun kompetensi dan peluang di masa depan.
Baca juga: Seminar Transformasi Bisnis: Muhamad Anik Bahas AI dan Peluang Karier Digital di UNIPI
Membaca Perubahan Dunia Bisnis di Era Digital
Perubahan dalam dunia bisnis sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Namun, perkembangan teknologi digital membuat perubahan tersebut berlangsung jauh lebih cepat. Cara masyarakat mencari informasi, membeli produk, memilih layanan, berkomunikasi, hingga menentukan keputusan telah mengalami pergeseran yang sangat besar.
Jika dahulu seseorang mencari informasi melalui buku atau koran, kini Google, media sosial, marketplace, dan teknologi berbasis AI menjadi bagian dari keseharian. Perubahan perilaku tersebut kemudian ikut memengaruhi cara perusahaan membangun bisnis dan berinteraksi dengan konsumennya.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa perlu memahami bahwa menghadapi transformasi bisnis di era digitalisasi tidak cukup hanya dengan mengetahui teknologi terbaru. Kemampuan untuk membaca perubahan, beradaptasi, belajar hal baru, dan memahami kebutuhan manusia menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi dunia profesional.
Mahasiswa Perlu Memiliki Peta Karier
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian dalam seminar adalah pentingnya mahasiswa mulai membangun peta karier sejak masih berada di bangku kuliah. Jurusan yang dipilih bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal menuju karier yang ingin dicapai.
Mahasiswa perlu mulai bertanya mengenai puncak karier yang ingin dituju. Setelah itu, perjalanan menuju tujuan tersebut dapat dirunut melalui kemampuan yang perlu dikuasai, pengalaman yang perlu dicari, portfolio yang perlu dibangun, serta bagaimana kompetensi tersebut diperkenalkan kepada publik.
Sebagai contoh, mahasiswa Manajemen yang ingin menjadi Business Consultant dapat mulai memperdalam ilmu bisnis, melatih kemampuan komunikasi, belajar presentasi, mengikuti proyek nyata, membangun portfolio, dan mulai memperkenalkan kompetensinya melalui berbagai platform digital.
Dengan cara tersebut, masa kuliah tidak hanya menjadi periode untuk mengejar nilai akademik. Mahasiswa juga dapat menggunakan waktu tersebut untuk mengumpulkan pengalaman, membangun relasi, mengembangkan reputasi, dan menciptakan bukti atas kemampuan yang dimiliki.
Hal ini menjadi semakin penting karena dunia profesional tidak hanya melihat apa yang tercantum di ijazah. Pengalaman dan portfolio dapat menjadi bukti nyata bahwa seseorang mampu mengerjakan sesuatu.
Spesialisasi Penting, Kemampuan Beradaptasi Tidak Kalah Penting
Perubahan teknologi juga menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan yang lebih fleksibel. Namun, fleksibel bukan berarti harus menjadi generalis yang menguasai semuanya.
Mahasiswa tetap perlu memiliki satu keahlian utama yang menjadi core value. Di sisi lain, mereka juga perlu terus belajar berbagai kemampuan pendukung agar tidak mudah tertinggal ketika perkembangan teknologi dan kebutuhan industri berubah.
Konsep T-Shaped Skills menjadi salah satu gambaran yang relevan. Seseorang dapat memiliki satu keahlian yang mendalam, kemudian memperluas kemampuan pendukung di sekitarnya.
Seorang digital marketer, misalnya, dapat memiliki fokus pada digital business growth sekaligus mempelajari AI, SEO, website, Google Ads, Meta Ads, public speaking, dan business strategy. Seorang akuntan dapat mulai memahami data analytics. Business consultant dapat mempelajari AI. Bahkan profesi yang sudah memiliki spesialisasi tetap dapat beradaptasi dengan teknologi baru.
Intinya bukan memilih antara menjadi spesialis atau generalis. Yang dibutuhkan adalah memiliki keahlian utama sekaligus tetap mau belajar.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Artificial Intelligence Mengubah Cara Manusia Bekerja
Salah satu bagian yang mendapat perhatian besar dalam seminar adalah perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Setelah internet mengubah cara manusia mencari dan mengakses informasi, AI mulai membawa perubahan baru terhadap cara manusia berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan.
Mahasiswa diperkenalkan pada konsep Generative AI, yaitu teknologi yang dapat membantu manusia menciptakan berbagai bentuk output. Mulai dari tulisan, gambar, kode program, presentasi, video, hingga musik.
Berbagai tools seperti ChatGPT, Claude, Gemini, Midjourney, Canva AI, dan Gamma menjadi contoh teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar maupun pekerjaan.
Penggunaan AI juga dapat dimulai dari hal sederhana. Mahasiswa dapat menggunakannya untuk mencari ide, melakukan brainstorming, memahami materi kuliah, menyusun proposal, membuat presentasi, membantu proses coding, hingga mempercepat pekerjaan administratif.
Namun, AI tetap diposisikan sebagai alat bantu. Teknologi dapat membantu membuat sesuatu, tetapi hasil akhirnya tetap membutuhkan manusia yang mampu memberikan nilai, empati, integritas, kreativitas, dan keputusan yang tepat.
Mengenal Agentic AI dan Peluang Baru
Pembahasan AI kemudian berkembang pada konsep Agentic AI. Jika Generative AI banyak digunakan untuk membantu manusia menghasilkan sesuatu, Agentic AI mulai bergerak ke arah kemampuan menjalankan rangkaian tugas berdasarkan tujuan tertentu.
Dalam konteks pekerjaan, Agentic AI berpotensi membantu aktivitas seperti follow-up pelanggan, menjawab email, menganalisis data, membuat laporan, mengelola workflow, hingga menjalankan pekerjaan yang berulang.
Perkembangan tersebut tentu membawa tantangan bagi dunia kerja. Namun, di saat yang sama, teknologi juga menciptakan kebutuhan baru terhadap orang-orang yang memahami cara mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan dan bisnis.
Beberapa peluang yang diperkenalkan antara lain AI Consultant, AI Automation Specialist, Prompt Engineer, AI Content Strategist, AI Trainer, AI Product Manager, dan AI Integration Specialist.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya perlu bertanya apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana mereka dapat belajar menggunakan AI untuk meningkatkan kemampuan dan menciptakan nilai baru.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Memahami Digital Marketing dari Market
Selain Artificial Intelligence, seminar juga membahas digital marketing dari perspektif yang lebih dekat dengan realitas bisnis. Digital marketing tidak dimulai dari memilih platform atau membuat konten.
Langkah pertamanya adalah memahami market.
Ada lima pertanyaan yang perlu dijawab sebelum menentukan strategi: seberapa besar marketnya, apakah mereka memiliki daya beli, masalah apa yang ingin mereka selesaikan, solusi apa yang dapat ditawarkan, dan di mana market tersebut berkumpul.
Validasi market dapat dilakukan dengan berbagai cara. Google Trends dan Google Keyword Planner dapat membantu melihat kebutuhan pencarian. TikTok Search dapat digunakan untuk memahami topik yang sedang dicari audiens. Marketplace dapat memberikan gambaran harga dan kebutuhan konsumen. Review Google, forum, komunitas Facebook, serta percakapan langsung dengan calon pelanggan juga dapat menjadi sumber informasi.
Pendekatan tersebut membuat digital marketing tidak berhenti pada pertanyaan, “Hari ini mau posting apa?” Sebaliknya, strategi dimulai dari pertanyaan yang jauh lebih mendasar: siapa yang membutuhkan solusi dan bagaimana mereka mencari solusi tersebut?
Memilih Channel Digital Marketing Berdasarkan Perilaku Market
Setelah memahami market, channel digital marketing dapat dipilih berdasarkan perilaku konsumen. Orang yang sedang mencari solusi dapat ditemukan melalui Google dan website. Audiens yang lebih banyak mengonsumsi konten hiburan dapat dijangkau melalui TikTok.
Instagram dapat digunakan untuk membangun kepercayaan dan memperkenalkan identitas brand. LinkedIn dapat digunakan untuk segmen profesional. Marketplace relevan untuk konsumen yang sudah memiliki intensi membeli, sementara WhatsApp dapat digunakan untuk melanjutkan komunikasi dengan calon pelanggan yang sudah tertarik.
Artinya, tidak ada satu channel yang otomatis paling baik untuk semua bisnis. Strategi digital marketing harus mengikuti karakter market dan industri yang dilayani.
Konten untuk Membangun Kepercayaan
Dalam proses digital marketing, konten juga tidak semata-mata dibuat untuk mengejar viral. Konten dapat digunakan untuk memberikan edukasi, menjawab pertanyaan market, menunjukkan kompetensi, dan membangun kepercayaan.
Ketika value produk sudah jelas dan market mulai memahami solusi yang ditawarkan, konten dapat menjadi jembatan antara brand dengan calon pelanggan.
Setelah fondasi tersebut terbentuk, iklan dapat digunakan sebagai mesin percepatan. Google Ads dapat dimanfaatkan ketika seseorang sedang aktif mencari solusi, sementara Meta Ads dapat digunakan untuk menjangkau audiens baru.
Karena itu, ads bukan penyelamat bagi bisnis yang belum memiliki fondasi. Ads adalah mesin percepatan bagi bisnis yang sudah memahami market, memiliki value, dan memiliki penawaran yang jelas.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Membangun Karier Sebelum Wisuda
Salah satu pesan penting yang dibawa dalam seminar adalah mahasiswa tidak perlu menunggu wisuda untuk mulai membangun masa depan. Portfolio dapat dimulai dari proyek sederhana. Personal branding dapat dibangun dari karya. Pengalaman dapat diperoleh dengan membantu UMKM, organisasi, komunitas, maupun mengerjakan proyek nyata.
Mahasiswa juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk mendokumentasikan proses. TikTok dapat digunakan untuk menjangkau audiens, Instagram untuk membangun trust, sementara platform lain dapat digunakan sesuai dengan karakter dan tujuan masing-masing.
Tidak perlu langsung besar. Yang penting adalah konsisten, melakukan evaluasi, kemudian melakukan scale ketika sudah menemukan pola yang bekerja.
Dengan cara tersebut, ketika masa wisuda tiba, mahasiswa tidak benar-benar memulai dari nol. Mereka sudah memiliki skill, pengalaman, portfolio, relasi, dan jejak digital yang dapat menjadi bekal memasuki dunia profesional.
Butuh Info Cepat? Klik, Undang ADUA sebagai Narasumber & Trainer untuk Kegiatan Kampus
Universitas Insan Pembangunan Indonesia Dorong Mahasiswa Menghadapi Perubahan
Seminar Nasional “Menghadapi Transformasi Bisnis di Era Digitalisasi” yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) pada Minggu, 26 Juli 2026 di Gedung Rektorat UNIPI menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan tersebut secara lebih dekat.
Kehadiran Muhamad Anik dari ADUA – Anik Dunia Academy memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana mahasiswa dapat merespons perubahan teknologi, membangun peta karier, memanfaatkan AI, memahami digital marketing, hingga mulai menciptakan peluang sejak masih berada di bangku kuliah.
Pada akhirnya, transformasi digital bukan hanya persoalan teknologi. Di balik setiap perubahan selalu ada manusia yang harus mengambil keputusan untuk belajar, beradaptasi, dan bergerak.
Pesan yang menjadi penutup sesi tersebut pun sederhana:
Masa depan tidak dibangun setelah wisuda. Masa depan dibangun mulai hari ini.
Kolaborasi UNIPI dan ADUA dalam Edukasi Digital
Kegiatan seperti Seminar Nasional menjadi salah satu cara perguruan tinggi menghadirkan wawasan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan bisnis. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori akademik, tetapi juga perlu mendapatkan perspektif mengenai kondisi nyata yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
ADUA – Anik Dunia Academy terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, universitas, organisasi mahasiswa, maupun institusi pendidikan dalam menghadirkan seminar, kuliah umum, workshop, dan training yang membahas berbagai topik aktual.
Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, mulai dari Artificial Intelligence, Digital Marketing, Transformasi Digital, Kewirausahaan, Personal Branding, Pengembangan Karier, hingga strategi bisnis digital.
Bagi kampus dan universitas yang ingin menghadirkan Muhamad Anik sebagai narasumber atau trainer, informasi kerja sama dapat diperoleh melalui:
- Detail Informasi, klik: Narasumber Digital Marketing Kampus
- Chat WhatsApp Otomatis, klik: Hubungi Anik Dunia Academy Sekarang!
- Email: info@kelas.anikworks.com
Karena mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan bukan hanya tentang membuat mereka memahami perubahan.
Tetapi membantu mereka memiliki keberanian untuk mulai mengambil bagian di dalamnya.









