Penempatan Produk RFID di Marketplace: SMK Muhammadiyah Mungkid

Magelang, 8 Oktober 2025 — SMK Muhammadiyah Mungkid kembali menunjukkan langkah nyatanya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia industri digital melalui penyelenggaraan Workshop Digital Marketing yang bertajuk “Penempatan Produk & Pengembangan Sistem Penjualan di Marketplace”.
Kegiatan yang berlangsung di ruang workshop utama SMK Muhammadiyah Mungkid ini diisi oleh Muhamad Anik, seorang Digital Marketing Specialist & Entrepreneur sekaligus founder dari Anik Digital Academy.
Workshop ini menjadi bagian penting dari program pengembangan kompetensi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang saat ini tengah mengembangkan produk inovatif mereka, yaitu modul RFID (Radio Frequency Identification) hasil karya siswa.
Produk tersebut dirancang untuk menjadi salah satu unggulan SMK Muhammadiyah Mungkid dalam proyek kewirausahaan digital.
Baca juga: Rahasia Banjir Orderan di Era AI: KiriminAja Meet and Share Semarang
Dari Produk Inovatif ke Dunia Marketplace
Pada sesi pertama, Muhamad Anik membuka materi dengan membahas tantangan nyata yang dihadapi pelajar dan sekolah kejuruan ketika ingin membawa produk karya mereka ke pasar digital.
“Banyak sekolah sudah punya produk bagus, tapi tidak semua tahu cara menempatkannya di pasar yang tepat. Padahal, skill digital marketing bisa menjadi jembatan antara karya dan dunia industri,” ujar Anik di hadapan puluhan siswa yang antusias.
Sesi ini berfokus pada strategi penempatan produk RFID di berbagai marketplace besar Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTokShop.
Peserta diajak memahami bagaimana sistem algoritma marketplace bekerja, mulai dari pemilihan kategori yang tepat, optimasi judul produk, hingga strategi foto dan deskripsi produk yang menarik perhatian calon pembeli.
Sebagai contoh nyata, peserta diminta langsung membuka platform Shopee dan melakukan riset kata kunci produk potensial.
Kemudian, mereka memanfaatkan ChatGPT untuk membantu menghasilkan judul produk SEO-friendly serta deskripsi yang mampu menarik minat konsumen.
Semua hasil riset dan optimasi ini disimpan dalam Google Docs, agar dapat digunakan sebagai blueprint strategi penjualan selanjutnya.
Belajar Langsung dari Praktisi
Muhamad Anik, yang telah berpengalaman lebih dari tujuh tahun di dunia pemasaran digital, membagikan pengalaman riilnya saat membangun berbagai brand dan bisnis online.
Ia menekankan pentingnya membangun citra profesional sekolah melalui karya nyata yang bisa dijual secara publik.
“Ketika sekolah bisa menjual produk buatan siswanya secara profesional, otomatis citra sekolah akan naik. Orang tua, masyarakat, bahkan industri akan melihat bahwa siswa SMK Muhammadiyah Mungkid bukan hanya belajar teori, tapi benar-benar hands-on menghasilkan produk yang bisa bersaing,” jelasnya.
Selain teori, sesi workshop juga diisi dengan simulasi langsung membuat akun toko di Shopee, mengunggah produk RFID, dan menentukan strategi harga dan promosi
Siswa diperkenalkan dengan berbagai fitur penting yang mendukung performa penjualan, seperti:
- Shopee Ads – Iklan berbayar untuk meningkatkan visibilitas produk.
- Voucher Diskon & Cashback – Strategi menarik pelanggan baru dan menjaga loyalitas pembeli.
- Gratis Ongkir XTRA – Program promosi yang meningkatkan kemungkinan pembelian.
- Flash Sale – Fitur promosi dengan durasi terbatas untuk menciptakan efek urgensi.
Semua proses ini dirancang agar siswa tidak hanya paham teori pemasaran digital, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengelola toko online.
Sinergi Sekolah dan Dunia Industri Digital
Dengan adanya workshop ini, sekolah berharap dapat mencetak lulusan yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing di dunia digital. Para siswa juga diharapkan mampu menjadi pionir dalam membangun brand sekolah melalui karya nyata yang dipasarkan secara profesional.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Suasana kelas pada hari pertama dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu tinggi.
Banyak peserta yang aktif bertanya seputar strategi penjualan online, perbedaan antara marketplace, hingga cara mengelola iklan dengan biaya minim.
Tak sedikit pula siswa yang mulai merancang ide baru untuk produk turunan RFID yang bisa dikembangkan ke depannya.
Sebagai penutup sesi, Muhamad Anik memberikan motivasi kepada seluruh peserta:
“Kalian sedang memulai sesuatu yang besar. Dunia digital membuka peluang tanpa batas — asalkan mau belajar dan berani mencoba.”
Tentang SMK Muhammadiyah Mungkid
SMK Muhammadiyah Mungkid merupakan salah satu sekolah kejuruan unggulan di Kabupaten Magelang yang berfokus pada pendidikan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keislaman.
Melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi dengan praktisi industri, sekolah ini berkomitmen membentuk generasi muda yang unggul dalam keterampilan, karakter, dan inovasi.
Produk RFID yang dikembangkan oleh siswa menjadi bukti nyata semangat inovasi dan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di sekolah ini.
Informasi Seputar SMK Muhammadiyah Mungkid
- Website: https://ww2.smkmuhmungkid.sch.id/
- TikTok: https://www.tiktok.com/@smk_muhmungkid
- Instagram: https://www.instagram.com/smk_muhmungkid/
- Facebook: https://www.facebook.com/smkmuhmungkid/
Tentang Anik Digital Academy
Anik Digital Academy adalah platform edukasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan digital seperti Digital Marketing, Branding, dan Content Strategy.
Didirikan oleh Muhamad Anik, seorang praktisi sekaligus konsultan digital marketing berpengalaman, akademi ini telah berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di era digital.
Penutup
Workshop hari pertama ini bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi awal dari transformasi digital di lingkungan SMK Muhammadiyah Mungkid.
Melalui kolaborasi dengan Anik Digital Academy, diharapkan sekolah ini terus menjadi contoh inspiratif bagaimana lembaga pendidikan bisa beradaptasi dengan dunia digital — bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memimpin perubahan.













SMK Muh Mungkid: Pengembangan Sistem Penjualan Marketplace
[…] 9 Oktober 2025 — Setelah sukses dengan pelaksanaan hari pertama bertema “Penempatan Produk & Pengembangan Sistem Penjualan di Marketplace”, kini SMK Muhammadiyah Mungkid melanjutkan semangat pembelajaran digital di Hari Ke-2 Workshop […]